Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Kerangka Konsep Penelitian

 Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus, maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diukur melalui konstruk (variabel).

Kerangka konsep penelitian adalah kerangka hbungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan,

Studi Pendahuluan Penelitian

“when I want to discover something, I begin by reading everything that been done in the past… I see what has been accomplished at great labor and experiences in the past, I gather data oh many thousands of experiment as a starting point, and than make thousands more”  byThomas Alpa Edison

Studi pendahuluan dilakukan untuk memperoleh informasi atau pengetahuan sehubungan dengan bidang yang akan diteliti, guna memperkuat atau menyokong secara ilmiah tehadap penelitian tersebut.

Sumber informasi studi pendahuluan terdiri dari:
1.     Sumber informasi documenter
Semua bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen, baik dokumen resmi maupun tidak resmi. Dokumen resmi adalah semua bentuk dokumen baik yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dibawah tanggung jawab instansi, misalnya laporan, statistic, catatan didalam kartu klinik dan sebagainya.

Sumber informasi dokumen ada 2, yaitu:
a.    Sumber primer (primary resources) atau sumber data tangan pertama (first hand of information) adalah sumber informasi yang berasal dari yang mempunyai wewenang dan bertanggung jawab terhadap data tersebut.
b.    Sember sekunder (secondary resources) adalah sumber informasi yang bukan dari sumber data tangan pertama dan bukan yang mempunyai wewenang dan bertanggung jawab terhadap data tersebut.

2.    Sumber informasi kepustakaan (bibliografi)
Dari buku-buku, laporan-laporan penelitian, majalah ilmiah, jurnal, dan sebagainya  dapat diperoleh berbagai informasi, baik berupa teori, generalisasi, maupun konsep yang telah dikemukakan oleh berbagai ahli.
Pentingnya mempelajari bahan informasi dari kepustakaan:
a.    Bahan perpustakaan mengarahkan kita dalam menciptakan pemahaman, dan mengarahkan dalam merumuskan masalah penelitian yang tepat.
b.    Dapat membantu dalam mengarahkan pemikiran konseptual maupun dalam menguji hipotesis yang dirumuskan
c.    Dapat menentukan teknik penelitian yang tepat
d.    Mmembantu menghindari mengutip pendapat orang lain yang tidak tepat dan menghindari pelaksanaan penelitian yang tidak mencapai tujuan penelitian

3.    Sumber informasi lapangan, ,meliputi:
a.    Sumber pribadi
b.    Lembaga atau organisasi
c.    Kantor-kantor baik pemerintah maupun swasta
d.    Kejadian, gejala, atau kasus dimasyarakat

Tinjauan Kepustakaan

Tinjauan kepustakaan adalah semua literature atau bacaan yang digunakan  untuk mendukung permasalahan yang di ungkapkan dalam penelitian, diperlukan tinjauan kepustakaan (literature review) yang kuat. Biasanya mencakup:

1.  Tinjauan teori yang berkaitan dengan permasalah yang akan diteliti. Hal ini dimaksudkan agar para peneliti mempunyai wawasan yang luas sebagai dasar untuk mengembangkan atau mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti (amati).
2.    Tinjauan dari hasil-hasil penelitian lain berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.

Literature ini umumnya terdiri dari buku-buku teks, majalah atau jurnal ilmiah, makalah ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi.

Selasa, 26 Juli 2011

Jenis-Jenis Data Dan Variabel

Data adalah bentuk jamak dari kata datum. Jadi, dalam menyatakan data sebetulnya sudah berkata bentuk jamaknya. Data adalah merupakan himpunan angka yang merupakan nilai dari unit sampel kita sebagai hasil pengamatan atau pengukuran.

Jenis data ditinjau dari sumber data
1.    Data primer: data yang dikumpulkan oleh peneliti tersendiri
2.    Data sekunder: data yang diambil dari suatu sumber dan biasanya data itu sudah dikompilasi lebih dahulu oleh instansi atau yang punya data

Variabel : suatu sifat yang akan diukur atau diamati yang nilainya bervariasi antara satu objek ke objek lainnya dan terukur.

Aggregate: keseluruhan kumpulan nilai observasi yang merupakan suatu kesatuan dan setiap nilai observasi hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan tersebut.

Jenis variabel menurut sifatnya:
1.    Variabel kategorik (kualitatif), merupakan variabel hasil dari pengklasifikasian (penggolongan) suatu data. Cirinya: datanya berupa kata-kata. Misalnya: jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dll
2.    Variabel numerik (kuantitaf), merupakan variabel hasil dari perhitungan dan pengukuran. Cirinya: data berbentuk angka-angka.

Variabel numerik dibagi 2:
1.    Dikrit merupakan variabel yang datanya hasil dari perhitungan. Misalnya jumlah pasien, jumlah perawat.
2.  Kontinyu merupakan variabel yang datanya hasil dari pengukuran, misalnya berat badan, tinggi badan
Variabel kategorik umumnya berisi variabel yang berskala nominal dan ordinal. Sedangkan variabel numeric berisi data variabel yang berskala interval dan rasio.

Dalam analisis statistic, seringkali data numeric diubah kedalam data katagorik dengan cara dilakukan pengelompokan (pengklasifikasian). Misalnya variabel umur aslinya merupakan data numeric, namun bila dikelompokkan menjadi resiko rendah (20-35 tahun) dan resiko tinggi (<20 dan >35 tahun), maka jenis variabelnya sudah menjadi kategorik.

Jenis variabel menurut skala pengukurannya:
1.    Skala nominal
Skala nominal adalah skala yang paling sederhana disusun menurut jenisnya (kategorinya) atau bilangan hanya sebagai symbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainnya. Adapun cirinya skala nominal antara lain: hasil perhitungan dan tidak dijumpai bilangan pecahan, angka yang tertera hanya label saja, tidak mempunyai urutan (rangking), sederajat, tidak mempunyai ukuran baru, dan tidak mempunyai nol mutlak. Tes statistic yang digunakan ialah statistic non parametric.
Cotoh skala nominal
·         Jenis kelamin: laki-laki, perempuan
·         Golongan darah: golda A, golda B
·         Agama yang dianut: islam, Kristen, hindu, budha
·         Status perkawinan: belum kawin, sudah kawin, janda/duda


2.    Skala ordinal
Skala ordinal adalah skala yang didasarkan pada rangking diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya.
Analisis statistic yang digunakan ialah statistic non parametric.
Contoh skala ordinal:
·         Keteladanan: tingkat 1, tingkat 2, tingkat 3
·  Kepangkatan militari: misalnya jenderal, letnan jenderal, mayor jenderal, dan brigadier jenderal
·         Status social: kaya, sederhana, dan miskin


3.    Skala interval
Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama. Analisis statistic yang digunakan ialah uji statistic parametric.
Contoh skala interval
·         Skor IQ
·         Temperature atau suhu badan
·         Tekanan darah


4.    Skala ratio
Skala ratio adalah skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan keduanya tidak memiliki angka nol negative. Artinya seseorang seseorang tidak dapat berumur di bawah nol tahun dan seseorang harus memiliki timbangan diatas nol pula.
Contoh yang lain adalah berat badan, kadar Hb, tinggi badan manusia, jarak, panjang barang, nilai ujian dan sebagainya. Analisis yang cocok adalah: hamper sama dengan skala interval. Tes statistic yang digunakan ialah tes statistic parametric.

Judul Penelitian

Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan penelitian. Oleh karena tujuan penelitian itu dirumuskan dari masalah penelitian, atau dengan kata lain, tujuan penelitian itu merupakan jawaban sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian, maka judul penelitian juga mencerminkan masalah penelitian.

Latar Belakang Masalah

Dalam latar belakang masalah penelitian, akan diuraikan fakta-fakta, pengalaman-pengalaman peneliti, hasil-hasil penelitian dari orang lain, atau teori-teori yang melatar belakangi masalah yang ingin diteliti. Dengan menguraikan tentang fakta, pengalaman dan teori-teori tersebut maka orang lain (pihak pemberi dana atau pembimbing) diyakinkan bahwa masalah yang diajukan tersebut cukup penting, dan cukup justified. Dalam latar belakang harus jelas diuraikan: mengapa masalah tersebut diteliti? Apa justifikasinya, mengapa penelitian itu diadakan diwilayah tertentu?
Agar masalah yang akan diteliti tersebut cukup justified uraian latar belakang tersebut harus didukung atau disertai dengan data atau fakta-fakta empiris.

Pengertian Dasar Statistik Dan Biostatistik

 Statistik berasal dari kata state (yunani) yaitu negara dan digunakan untuk urusan negara. Statistik adalah rekapitulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka disusun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan.

Adapun jenis-jenis tabel  yaitu:
1.    Tabel biasa
2.    Tabel kontingensi
3.    Tabel distribusi frekuensi

Sedangkan jenis-jenis diagram yaitu:
1.    Diagram batang
2.    Diagram garis atau grafik
3.    Diagram lambang
4.    Diagram lingkaran
5.    Diagram pastel
6.    Diagram peta
7.    Diagram pencar

Biostatistik merupakan penerapan ilmu Statistik dibidang kesehatan yang dapat digunakan untuk mengukur fakta-fakta mengenai masalah kesehatan. Untuk memperoleh sejumlah informasi yang menjelaskan masalah untuk ditarik kesimpulan yang benar, harus melalui beberapa proses, yaitu proses pengumpulan informasi, pengolahan informasi, dan proses penarikan kesimpulan. Kesemuanya itu memerlukan pengetahuan tersendiri yang disebut Statistik.

Statistik dalam arti sempit (Statistik deskriptif) ialah Statistik yang mendeskripsikan atau menggambarkan tentang data yang disajikan dalam bentuk
·         Tabel,
·         Diagram dan
·         Pengukuran tendensi sentral,
·         Rata-rata hitung,
·        Rata-rata ukur, dan
·        Rata-rata harmonic,
·        Pengukuran Penempatan (Median, Kuartil, Desil Dan Persentil),
·   Pengukuran Penyimpangan (Range, Rentangan Antar Kuartil,  Rentangan Semi Antar Kuartil, Simpangan Rata-Rata, Simpangan Baku, Varians, Koefisien Varians, Dan Angka Baku)
·         Angka Indeks
·         Serta Mencari Kuatnya Hubungan Dua Variabel
·         Melakukan Peramalan (Prediksi) Dengan Menggunakan Analisis Regresi Linier,
·         Membuat perbandingan (komperatif)

tetapi dalam analisis korelasi, regresi maupun komperatif tidak perlu menggunakan uji signifikansi, lagipula tidak bermaksud membuat generalisasi (bersifat umum).

          Statistik dalam arti luas (Statistik inferensial, Statistik induktif, Statistik analitik atau Statistik probabilitas) yaitu suatu alat pengumpul data, pengolah data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau Statistik yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan (generalisasi) untuk populasi.

          Jadi dapat disimpulkan, Statistik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan data Statistik dan fakta yang benar atau suatu kajian ilmu pengetahuan dengan teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisis data, penarikan kesimpulan, dan pembuatan kebijakan atau keputusan yang cukup kuat alasannya berdasarkan data dan fakta yang akurat. 

Pengolahan Data

Data yang masih mentah (raw data) harus diolah sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang akhirnya dapat digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Agar analisis menghasilkan informasi yang benar, ada 4 tahap dalam mengolah data, yaitu:

1.   Editing
Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuesioner apakah kuesioner sudah diisi dengan lengkap, jelas jawaban dari responden, relevan jawaban dengan pertannyaan, konsistensi misalnya: antara pertanyaan usia dengan jumlah anak. Bila usia 15 dan dipertanyaan jumlah anak 9, ini tidak konsisten.


2.   Coding
Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka/bilangan. Misalnya untuk variabel pekerjaan ibu dilakukan koding 1=bekerja dan 2=tidak bekerja. Kegunaan koding adalah mempermudah kita pada saat analisis data dan juga pada saat entry data.


3.   Processing
Setelah data dikoding maka langkah selanjutnya melakukan entri data dari kuesioner kedalam program computer, salah satu paket program yang digunakan adalah SPSS for window.


4.   Cleaning
Cleaning merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dientri apakah data ada kesalahan atau tidak.
·         Mengetahui missing
·         Mengetahui variasi data
·         Mengetahui konsistensi data

Peran Dan Fungsi Statistik Dalam Penelitian Kesehatan

 Peran Statistik Dalam Penelitian Kesehatan
1.   Alat untuk menghitung besar sampel
2.   Alat untuk menguji validitas dan reabilitas instrument
3.   Alat untuk pengolahan data
4.   Alat untuk analisis data
5.   Alat untuk penyajian data


Fungsi Statistik Dalam Penelitian Kesehatan
1.   Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui permasalahan kesehatan
2.   Membandingkan status kesehatan disuatu tempat dengan tempat yang lain
3.   Membandingkan status kesehatan waktu lampau dan saat sekarang
4.   Evaluasi keberhasilan program kesehatan
5.   Monitoring kegagalan dan keberhasilan program kesehatan yang sedang berjalan
6.   Keperluan estimasi tentang kebutuhan pelayanan kesehatan
7.   Perencanaan program kesehatan
Untuk publikasi dan penelitian masalah-masalah kesehatan

Perumusan Masalah

Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dan kenyataan, antara apa yang diinginkan atau yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya.
Merumuskan masalah penelitian dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problem statement), dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question).

Statistik Dan Penelitian Kesehatan

Agar pelayanan kesehatan mempunyai kualitas yang baik, maka dalam mengambil keputusan para pengelola atau manajer di bidang kesehatan  dalam melakukan pengambilan keputusan perlu didasari hal-hal yang ilmiah. Ilmiah disini artinya dalam melakukan pengambilan keputusan tidak lagi hanya berdasarkan intuisi semata, tetapi harus berdasarkan fakta yang empiris dilapangan.
            Untuk dapat menyediakan data dan informasi secara benar maka sangatlah penting mempelajari dan akhirnya menguasai ilmu statistik.
Penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.  Data yang diperoleh melalui penelitian harus akurat, artinya data yang dihasilkan harus memenuhi criteria valid, reliable, dan obyektif.
Valid artinya ketepatan atau kecermatan pengukuran, artinya ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan peneliti

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kearah mana, atau data (informasi) apa yang akan dicari melalui penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang kongkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable). 

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian nanti, baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Manfaat penelitian harus diuraikan secara terinci apa gunanya hasil penelitian nanti. Data (informasi) yang diperoleh dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa, dalam rangka pengembangan program kesehatan. Dari segi ilmu, data yang diperoleh dari hasil penelitian tersebut mempunyai kontribusi apa bagi pengembangan ilmu pengetahuan.