Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Infiks (Sisipan)

Infiks –el-, -em-, -er-

Infiks memiliki makna :

·        Menyatakan identitas- bila dilekatkan pada beberapa kata kerja, cth: gegar-gelegar, gulung-gemulung.
·        Menyatakan banyak- bila dilekatkan pada beberapa kata kerja atau beberapa kata benda, cth: getar-geletar, laki-lelaki, jari-jemari.
·        Berulang-ulang-bila dilekatkan pada beberapa kata kerja, cth: getar-gemetar.
Menyatakan benda-bila dilekatkan pada beberapa kata benda, cth: gaji-gergaji, suling-seruling.

Simulfiks (Imbuhan Gabung)

 Memper-kan, mempunyai sifat:

Ø  Fungsi imbuhan gabung Memper-kan adalah membentuk kata kerja transitif.
Ø  Bila dipasangkan dengan kata kerja tertentu akan membentuk makna “menjadikan sebagai bahan” (memperdebatkan).
Ø  Bila dipasangkan dengan kata sifat dan kata kerja yang menyatakan keadaan akan membentuk makna “menjadikan supaya” (mempersiapkan).
Ø  Tidak memiliki variasi bentuk. Semua konsonan dan vokal yang mendapat imbuhan gabung Memper-kan akan mengalami morfologi.

Memper-i, mempunyai sifat:
Ø  Fungsi imbuhan gabung Memper-I membentuk kata kerja transitif.
Ø  Bila dipasangkan dengan kata sifat akan membentuk makna “membuat supaya obyeknya menjadi atau menjadi lebih” (memperbaiki).
Ø  Bila dipasangkan dengan kata kerja tertentu akan membentuk makna “melakukan yang disebut pada kata dasarnya” (memperturuti).
Ø  Tidak memiliki variasi bentuk. Semua konsonan dan vokal yang mendapat imbuhan gabung Memper-i akan mengalami morfologi.

Diper-kan, mempunyai sifat:
Ø  Berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung Memper-kan.
Ø  Digunakan sebagai imbuhan kata kerja dalam kalimat yang pelakunya terletak sesudah kata kerjanya dengan makna “dibuat jadi…”
Ø  Tidak memiliki variasi bentuk. Semua konsonan dan vokal yang mendapat imbuhan gabung Diper-kan akan mengalami morfologi.

Diper-i, mempunyai sifat:
Ø  Berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung Memper-i.
Ø  Digunakan sebagai imbuhan kata kerja dalam kalimat yang pelakunya terletak sesudah kata kerjanya.
Ø  Tidak memiliki variasi bentuk. Semua konsonan dan vokal yang mendapat imbuhan gabung Diper-i akan mengalami morfolog

Sufiks (Akhiran)

 Akhiran –kan, memiliki sifat:

·         Memiliki fungsi: membentuk kata imperative (berikan, terangkan), membentuk kata kerja transitif (bungkukkan, acungkan).

·         Bila dipasangkan dengan kata kerja akan membentuk makna “melakukan perbuatan…”, cth: ambilkan.

·         Bila dipasangkan dengan kata sifat akan membentuk makna “membuat jadi…”, cth: damaikan.

·         Bila dipasangkan dengan kata benda akan membentuk makna “memasukkan ke…”, cth: gudangkan.

·      Sufiks –kan searti dengan kata “pada, dengan, atas”, cth: berasaskan kesetiakawanan = berasas pada kesetiakawanan.



Akhiran –an, memiliki sifat:


·         Akhiran –an memiliki fungsi membentuk kata benda, cth: makanan.

·         Bila dipasangkan dengan kata kerja akan membentuk makna: tempat (kubangan), hasil pekerjaan (karangan), yang di- (minuman), alat untuk me- (timbangan), cara me- (tendangan), dalam keadaan… (tiduran).

·         Bila dipasangkan dengan kata bilangan dan kata sifat akan membentuk makna: yang bersifat (asinan), banyak bilangan (ribuan).

·         Bila dipasangkan dengan kata benda akan membentuk makna: banyak/ kumpulan (rambutan), tiap-tiap (bulanan, tahunan), serupa/seperti (orang-orangan), mengucapkan/memainkan (musikan, gitaran).


Akhiran –i, memiliki sifat:

·         Fungsi akhiran –i adalah membentuk kata kerja imperative (duduki, terangi) dan membentuk kata kerja transitif yang berarti membuat jadi (tulisi).

·         Bila dipasangkan dengan kata dasar merupakan kata kerja, maka maknanya adalah memberi/membubuhi (garami, gulai), menghilangkan (kuliti), menjadi…(ketuai).

Bila dipasangkan dengan kata dasar merupakan kata sifat, maka maknanya: membuat jadi (yakini, awali).