Tampilkan postingan dengan label Dunia Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Menulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Peran Penyunting (Editor)


1.      Membantu penulis agar karyanya layak dibaca dan diterbitkan
2.      Membebaskan karya tulis dari masalah kebahsaan seperti ejaan, tata bahasa, tanda baca, dan sebagainya
3.      Membantu agar penulis memiliki koherensi yang baik antara kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraph dengan paragraph yang lainnya, dan antara subbab yang satu dengan subbab yang lainnya.
4.      Meluruskan ide-ide yang salah atau kurang tepat
5.      Mendukung konsistensi dalam penulisan
6.      Membuat tulisan jadi sistematis, mudah dipahami, enak dibaca dan menarik, membantu penulisan mengenai selera pembaca
7.      Membantu penulis mengenal selera pembaca
8.      Menghindarkan pelanggaran-pelanggaran yang berakibat tidak baik

Kriteria Judul Tulisan

1.      Spesifik
2.      Bombastis (bila mungkin)
3.      Membuat penasaran dan tertantang
4.      Mengikuti perkembangan waktu
5.      Aktif dan bertenaga
6.      Ukuran panjang judul
7.      Ukuran huruf
8.      Penggunaan huruf besar
9.      Posisi penulisan judul
Tanda penekanan tambahan

Pelanggaran Dalam Menulis

1.      Plagiarism : bila penulis tidak mampu menunjukan sumber informasi yang dipakai dalam tulisannya, baik disengaja atau tidak, penulis itu disebut sebagai seorang plagiator pelanggar hak cipta orang lain.
2.      Melecehkan agama, suku bangsa, dan politik
3.      Memfitnah seseorang, sekelompok orang, masyarakat atau lembaga

Keterampilan Penulis

Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang penulis
1.      Bahasa
2.      Mengajar
3.      Riset
4.      Imajinasi yang kreatif
5.      Menulis dan mendesain
6.      Bekerja dengan waktu yang terbatas
7.      Disiplin
8.      Bekerja mandiri
9.      Berkomunikasi
10.  Negosiasi
11.  Tingkat kesabaran yang tinggi
12.  Pendengar yang baik
13.  Pemasaran
14.  Bkerja dibawah tekanan dan waktu terbatas
15.  Mandiri
16.  Membuat keputusan
17.  Menguasai materi
18.  Mampu bekerja dalam tim

Rintangan Dalam Menulis

1.      Sulitnya memulai
2.      Bayangan akan sulitnya mengatur waktu
3.      Ketidakdisiplinan dalam menjalankan rencana
4.      Menganggap remeh ide
5.      Kurangnya rasa percaya diri
6.      Kemalasan
7.      Sikap yang terlalu perfeksionis
8.      Kurangnya sarana
9.      Rusak atau hilangnya softcopy naskah yang sedang anda susun
10.  Kurangnya narasumber
11.  Kurangnya referensi
12.  Ketidak mampuan penulis bekerja sama dengan rekan penulis
13.  Ketidak mampuan penulis bekerja sama dengan rekan penerbit
14.  Ketidak mampuan penulis menghadapi kritik

Sabtu, 30 Juli 2011

Tips Agar Membaca Dan Menulis Menjadi Menyenangkan

1.    Cari buku yang menyenangkan
2.    Memilih buku yang benar-benar menggugah pikiran
3.    Membahas manfaat langsung yang didapat dari buku yang dibaca
4.    Membuat wadah untuk menampung kata-kata yang penting dan bermanfaat
5.    Menciptakan lingkungan yang mengasikkan saat membaca dan menulis
6.    Bergabung dengan komunitas yang menyukai dunia baca dan menulis
7.    Membaca buku perpustakaan (bsa membaca gratis dan bisa banyak membaca berbagai macam buku).

Manfaat Membaca Dan Menulis

Dalam bukunya “mengikat makna sehari-hari” Hernowo seotang motivator membaca dan menulis menjabarkan beberapa manfaat membaca dan menulis, yaitu:

1.     Menata pikiran
2.    Merumuskan keadaan diri
3.    Mengikat dan mengkostruksi gagasan
4.    Mengefektifkan sugesti positif
5.    Menajamkan pemahaman
6.    Mengasah daya ingat
7.    Mengenali detail diri
8.    Mengurai dan mengalirkan diri
9.    Membuang “lotoran “diri
10.  Merekam momen-momen mengesankan
11.  Meninggalkan “jejak” pikiran yang sangat jelas
12.  Menyembuhkan diri
13.  Memfasihkan komunikasi intra dan interpersonal
14.  Memperkaya diri dengan lautan kata
15.  Menunjukkan dengan kukuh bahwa diri itu unik
16.  Membagikan pengalaman batin
17.  Menggali diri paling dalam
18.  Memotivasi diri dengan alasan yang kukuh dan jelas
19.  Membantu bekerjanya imajinasi
20. Memetakan pikiran
21.  Melatih diri menepati janji
22. Mendidik diri dalam kejujuran
23. Mengoneksikan sel-sel otak secara efektif
24. Menyalakan pikiran
25. Mengukur pertumbuhan ruhani
26. Menyebarkan pengetahuan
27. Mewariskan pengalaman berharga
28. Mendorong menemukan hal-hal baru
29. Mengefisiensikan pengelolaan diri
30. Menjadikan diri bermakna

Langkah-Langkah Dalam Menulis Resensi Buku

1.   Penjajakan buku, yaitu mengenal dulu buku yang akan kita resensi. Kita lihat-liat bukunya, judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit beserta cetakannya, tebal buku, dan harga buku (jika diperlukan). Intinya, lihat dulu info sekilas buku tersebut untuk dituliskan dalam resensi kita

2.    Baca Buku, pastinya kita harus membaca bukunya dahuli sebelum diresensi. Bagaimana mau menulis resensi kalo belum baca bukunya.. ya nggak? Sekalian membacanya dengan teliti dan mencari kata-kata yang kira-kira penting untuk dijadikan poin dalam resensi kita

3.    Garis Bawahi bagian yang penting. Maksudnya, memberi tanda pada bagian buku dan kutipan terpenting dalam buku untuk dituliskan dalam resensi yang kita buat.

4.  Buat intisari atau sinopsis buku. Inilah bagian terpenting dalam resensi, yaitu menuliskan intisari atau sinopsis buku. Bisajuga menuliskan kesan setelah membaca buku tersebut.

5.  Menilai Buku. Penilaian bisa berupa seberapa penting buku tersebut dan baiknya ditujukan untuk kalangan siapa saja. Bagaimana isi buku menurut kita, baiknya gimana saran dan kritiknya apa saja. Bisa juga ditambahkan harga dan tempat membeli buku tersebut bila memungkinkan.

6.    Koreksi Resensi kita. Setelah menulis resensi, koreksi dulu dong resensi kita sebelum dikirim ke panitia lomba, atau mau dipublikasikan di majalah maupun blog pribadi.

Tips Membuat Resensi Buku

Berikut adalah cara membuat resensi buku yang penulis ringkas dari ”How To Write A Book Report”, karya Myrna Friend, Erindale Campus Library, University of Toronto. Cara ini sudah diterima secara internasional. 

1.     Memberi informasi bibliografi buku, seperti : nama penulis/pengarang, judul lengkap, editor (jika ada), tempat ( kota ) penerbit, penerbit, bulan atau tahun terbit dan jumlah halaman (ditambah romawi).

2.    Bandingkan materi tulisan dengan keadaan sekarang, apakah sesuai untuk zaman sekarang?Deskripsikan penulis/pengarang: latar belakangnya, pekerjaan, reputasi, dll. 

3.    Apakah hal-hal atau keadaan yang penting ada hubungannya dengan buku tersebut? Apa sumber materi penulis? 

4.    Jenis buku (sejarah, biografi, kritik tulisan orang lain/literacy critism, sastra, dll) apa yang kita resensi? 

5.    Jelaskan tujuan penulis dalam menulis buku yang kita resensi dan terangkan batasan tulisannya dengan tema. Apakah buku tersebut mengusung tema populer? Apa hasil survei? Untuk siapa buku tersebut ditulis, apa ditulis untuk kaum pelajar, masyarakat awam, dll? 

6.    Apa tema buku tersebut? Cari tema di bagian pendahuluan dan kesimpulan. Selama membaca, coba elaborasi/kaitkan dengan tema buku, apa masih berhubungan? 

7.    Apa asumsi penulis yang tersirat atau tersurat (jika ada) berhubungan dengan materi yang dia tulis? 

8.    Jelaskan struktur dari buku (daftar isi): bagian-bagian buku (seperti pendahuluan, isi, kesimpulan), apakah pembagian buku tersebut valid? Apakah appendiks, bibliografi, catatan-catatan, indeks buku tersebut berhubugan dengan isi buku? 

9.    Cari point utama atau konsep kunci! 

10. Apa jenis data yang penulis gunakan dalam mendukung argumennya? Bagaimana dia gunakan data tersebut dalam berargumen? Apakah argumennya sesuai data? 

11.  Beri bagian penting dari buku dengan kutipan! 

12. Apakah penulis sukses dalam mengkomunikasikan wacana atau teorinya? Apakah dia sukses dengan tujuannya? Apakah malah bias? 

13. Jelaskan tujuan lain tulisan dari buku yang kita resensi. Apakah tulisannya dalam bahasa yang baku dan efektif? 

14. Apakah buku tersebut berkembang dari isu atau tema penelitian? 

15. Baca secara mendalam dan kritis. Alasan utama kemampuan membaca buku, yaitu: agar dapat mengikuti alur pikiran penulis, melihat hubungan di antara idenya, menghubungkan idenya dengan pengalaman kita, dan mengevaluasinya dengan cerdas dan kritis. Membaca kritis, karena dimungkinkan ada bagian dari buku tersebut yang kontorversial dan mencari kekuatan serta kelemahannya. Bandingkan dengan teori lain yang diungkapkan oleh penulis lain dari buku lain. Pembaca yang hati-hati dapat memperhatikan hal-hal yang diperbuat penulis, seperti tema yang meloncat-loncat, bias tema, dll. Perhatikan kata atau kalimat yang tidak kita mengerti. Baca buku sampai selesai dan ikuti argumennya (dengan membacanya) sampai selesai, jangan mengjustifikasi sebelum kita selesai membaca. 

Resensi di koran dengan jurnal ilmiah tentu berbeda. Resensi di koran biasanya berupa bedah buku dengan isi ringkasan buku, tujuan tulisan, latar belakang penulis, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan tulisan serta kata/kalimat yang digunakan sering tidak baku atau populer dan diperuntukkan untuk masyarakat umum. Resensi di jurnal ilmiah ditambah teori lain yang diungkapkan penulis lain dan bahasa yang digunakan bahasa baku serta untuk kalangan terbatas (biasanya terpelajar).