Tampilkan postingan dengan label keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keperawatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit


Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam penyelenggaraan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pada standar evaluasi dan pengendalian mutu dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi dengan terus-menerus melibatkan diri dalam program pengendalian mutu dirumah sakit ( aditama, 2010). Sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, perawat legendaries Florence nightingale telah menyatakan bahwa “ hospital should not harm the patients” dan di tahun 1859 ia menyatakan bahwa pelayanan keperawatan bertujuan untuk “put patient in the best condition for nature to act upon him”. Hal ini menunjukan kepedulian yang mendalam dari seorang perawat terhadap pasien yang ditanganinya di rumah sakit.

James willan dalam buku hospital management (1990) menyebutkan bahwa perawat di rumah sakit mempunyai beberapa tugas, seperti:

1. Memberi pelayanan keperawatan pada pasien, baik untuk kesembuhan maupun pemulihan status fisik dan mentalnya.
2. Memberikan pelayanan lain bagi keamanan dan kenyamanan pasien, seperti penataan tempat tidur dan lain-lain.
3.    Melakukan tugas-tugas administrative.
4. Melakukan berbagai penelitian/riset untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan keperawatan
5.    Menyelenggarakan pendidikan keperawatan berkelanjutan.
6.  Berpartisifasi aktif dalam program pendidikan bagi para calon perawat.

Untuk dapat melakukan tugas-tugas diatas, maka perawat perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1.  Mengupayakan semaksimal mungkin kesembuhan seorang pasien sehingga pasien tersebut mendapat derajat kesehatan yang sebaik-baiknya.
2.Sepanjang keadaan memungkinkan, mengikutsertakan keluarga pasien dalam proses perawatan, misalnya memberi makan atau mengganti baju
3.  Mengelompokan pasien berdasarkan berat ringannya penyakit, sehingga kelompok pasien yang relative lebih berat dapat ditempatkan tidak jauh dari nurse station dan relative mendapat perhatian yang lebih besar.

John Griffith (1987) menyatakan bahwa kegiatan keperawatan di rumah sakit dapat dibagi menjadi keperawatan klinik dan manajemen keperawatan. Kegiatan keperawatan klinik antara lain:

1. Pelayanan keperawatan personal, yang antara lain berupa pelayananan perawatan umum dan atau spesifik untuk system tubuh tertentu, pemberian motivasi dan dukungan emosi pada pasien, pemberian obat dan lain-lain.
2. Berkomunikasi dengan dokter dan petugas penunjang medic, mengingat perawat selalu berkomunikasi dengan pasien setiap waktu sehingga merupakan petugas yang seyogyanya paling tahu tentang keadaan pasien. Berbagai hal tentang keadaan pasien ini perlu di komunikasikan dengan doter atau petugas lain.
3. Menjalin hubunhan dengan keluarga pasien. Komunikasi yang baik dengan keluarga/kerabat pasien akan membantu proses penyembuhan pasien itu sendiri. Keluarga perlu mendapat penjelasan sampai batas tertentu tentang keadaan si pasien, dan berpartisifasi aktif dalam proses penyembuhannya.
4.   Menjaga lingkungan bangsal tempat perawatan, baik lingkungan fisik, mikrobiologik, keamanan dan lain-lain.
5.  Melakukan penyuluhan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. Program ini dapat dilakukan pada pasien dengan materi spesifik sesuai penyakit yang dideritanya.

Dalam hal manajemen keperawatan dirumah sakit, tugas yang harus dilakukan adalah:

1.     Penanganan administrative, antara lain dapat berupa pengurusan masuknya pasien ke rumah sakit, pengawasan pengisian dokumen catatan medic dengan baik, membuat penjadwalan proses pemeriksaan/pengobatan pasien dan lain-lain.
2. Membuat penggolongan pasien sesuai dengan berat ringannya penyakit, dan kemudian mengatur kerja perawatan secara optimal pada satiap pasien sesuai kebutuhannya masing-masing .
3. Memonitor mutu pelayanan pada pasien, baik pelayanan keperawatan secara khusus maupun pelayanan lain secara umum.
4.  Manajemen ketenagaan dan logistic keperawatan, kegiatan ini meliputi staffing, schedulling, assignment dan  budgeting.

Kamis, 28 Juli 2011

Prinsip Dasar Komunikasi Terapeutik

1.     Komunikasi berorientasi pada proses percepatan kesembuhan
2.    Komunikasi terstruktur dan direncanakan
3.    Komunikasi terjadi dalam konteks topic, ruang dan waktu
4.    Komunikasi memperhatikan kerangka pengalaman pasien
5.    Komunikasi memerlukan keterlibatan maksimal dari pasien dan keluarga
Keluhan utama sabagai pijakan pertama dalam komunikasi

Teknik Komunikasi Terapeutik

1.     Mendengarkan dengan penuh perhatian
2.    Menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan terbuka
3.    Mengulang ucapan pasien dengan menggunakan kata-kata sendiri
4.    Klarifikasi
5.    Memfokuskan
6.    Menyampaikan hasil observasi
7.    Menawarkan informasi
8.    Diam
9.    Meringkas
10. Memberikan penguatan
11.  Menawarkan diri
12. Memberi kesempatan pada pasien untuk memulai pembicaraan
13. Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
14. Menempatkan kejadian secara teratur akan menolong perawat dan pasien untuk melihatnya dalam suatu perspektif
15. Menganjurkan pasien untuk menguraikan persepsinya
Refleksi 

Tujuan Komunikasi Terapeutik

1.  Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien percaya pada hal-hal yang diperlukan.
2.  Mengurangi keraguan, membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan egonya.
3.    Mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan dirinya sendiri dalam hal peningkatan derajat kesehatan.
4. Mempererat hubungan antara perawat dan pasien secara professional dan proporsional dalam rangka membantu penyelesaian masalah pasien.
5. Kemampuan untuk membentuk suatu keintiman. Saling ketergantungan, hubungan interpersonal dengan kapasitas memberi dan menerima
6. Mendorong fungsi dan meningkatkan kemampuan terhadap kebutuhan yang memuaskan dan mencapai tujuan pribadi yang realistis.

Komunikasi Terapeutik Keperawatan

 Komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan berarti dalam hubungan antar manusia. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang direncanakan secara sadar dan bertujuan serta kegiatannya difokuskan untuk kesembuhan pasien, dan merupakan komunikasi professional yang mengarah pada tujuan untuk kesembuhan pasien yang dilakukan oleh perawat.

Hubungan perawat dan pasien yang terapeutik adalah pengalaman belajar bersama dan pengalaman perbaikan emosi pasien. Dalam hal ini perawat memakai dirinya sacara terapeutik dengan menggunakan berbagai teknik komunikasi agar perilaku pasien berubah kearah yang positif seoptimal mungkin. Perawat yang memiliki kemampuan berkomunikasi secara terapeutik tidak hanya akan mudah menjalin hubungan rasa percaya dengan klien, tetapi juga mencagah terjadinya masalah legal, memberikan kepuasan profesional dalam  pelayanan keperawatan.

Komunikasi terapeutik adalah suatu pengalaman bersama antara perawat-pasien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah pasien. Komunikasi terapeutik tidak dapat berlangsung dengan sendirinya, tetapi harus direncanakan, dipertimbangkan dan dilaksanakan secara professional.